JAKARTA – Anggota Komisi VI DPR RI, Firnando Hadityo Ganinduto mendukung, rencana Presiden Prabowo Subianto untuk menghilangkan kuota impor , yang digunakan selama ini ditenggarai menjadi permainan para pencari fee impor. Hanya sekadar di implementasinya, Ia meminta-minta agar mengkaji dampak dari pengaktifan keran impor.
Terlebih untuk membandingkan komuditas yang mana diproduksi oleh warga Indonesia sendiri atau item asli. “Menurut saya kebijakan presiden untuk membuka impor itu bagus, ada efek bagusnya,” kata Firnando, Kamis (10/4/2025).
Legislator ini juga memberikan catatan, agar memperhatikan, komoditas apa belaka yang digunakan nantinya dibebaskan. Sebab, jangan sampai membuka keran berdampak memengaruhi barang pada negeri lantaran menyebabkan banjir kuota hasil asing.
“Kalau kita kebanjiran impor, itu juga tak baik juga,” ungkapnya.
Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto menyatakan keinginannya untuk menghapus pembatasan kuota impor terhadap komoditas yang mana berkaitan dengan hajat hidup orang banyak, seperti pangan.
“Justru itu yang mana kita harapkan nanti dengan kepentingan hulu dan juga hilir itu yang dimaksud nanti harus seimbang. Jadi nanti manakala itu untuk kepentingan hulu, untuk kepentingan industri, kepentingan produksi di negeri itu yang tersebut harus dipertimbangkan, dihitung betul-betul,” jelas dia.
Prabowo ingin membuka keran impor daging serta komoditas lainnya di area sedang beban tarif impor tinggi 32% dari Amerika Serikat (AS).











